Logo Yayasan YAYASAN ALIF SMART SURAKARTA
Daftar PPDB
Kembali ke Beranda

Dari Menunda Rasa Rindu Menuju Kemandirian : Kisah Tumbuh Shakila Ziya Anjani

04 Nov 2026
Dari Menunda Rasa Rindu Menuju Kemandirian : Kisah Tumbuh Shakila Ziya Anjani

Sebuah Perjalanan Penuh Makna di SDIT Alif Smart Surakarta

Ada anak-anak yang tumbuh dengan langkah-langkah kecil yang begitu sederhana. Namun, dibalik langkah itu, tersimpan perjuangan besar yang sering kali tidak terlihat oleh banyak orang.

Inilah kisah Ananda Shakila Ziya Anjani, siswa kelas 4B SDIT Alif Smart Surakarta, yang mengajarkan kepada kita bahwa setiap anak memiliki waktu dan cara bertumbuhnya sendiri.

Dulu, Ada Rasa Rindu yang Begitu Besar saat pertama kali menjadi siswa kelas 1, Zia memiliki catatan perkembangan yang cukup mengharukan. Hampir setiap hari, setelah diantar Mama ke sekolah, Zia merasa berat untuk berpisah. Tangisnya sering pecah, keinginannya sederhananya ingin tetap bersama Mama dan segera pulang ke rumah.

Sekolah, bagi Zia saat itu, bukan sekadar tempat belajar akademis. Ia juga menjadi tempat menghadapi rasa rindu, belajar merasa aman, dan belajar menerima bahwa Mama akan kembali menjemputnya.

Sebagai guru, tentu kami tidak ingin hanya melihat tangisnya sebagai sebuah kesulitan. Kami ingin memahami apa yang sedang dirasakan Zia dan terus menemani prosesnya untuk membantunya melewati fase tersebut dengan penuh kasih.

Membaca Buku, Menemani Rindu, Menumbuhkan Keberanian

Ada satu kenangan yang begitu membekas ketika Zia masih sering menangis dan ingin pulang, kami pernah mengajaknya membaca buku di kantor guru. Bukan semata-mata agar ia berhenti menangis, tetapi untuk menemani, mengalihkan perhatian secara positif, dan perlahan membantu Zia belajar menunda keinginan pulang.

Hari demi hari, pendampingan terus dilakukan. Guru memberikan perhatian, orang tua memberikan dukungan, dan komunikasi antara sekolah dengan keluarga terus terjalin dengan baik. Kami belajar bahwa mendampingi anak bukanlah pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam satu atau dua hari. Dibutuhkan kesabaran, konsistensi, komunikasi, serta kepercayaan bahwa anak mampu berkembang.

Perlahan Zia Menemukan Kemandiriannya. Waktu terus berjalan. Zia pun bertumbuh.

Memasuki kelas 2, perubahan mulai terlihat semakin nyata. Zia semakin mampu beradaptasi, lebih mandiri, dan menunjukkan perkembangan yang membanggakan. Hal-hal yang dahulu terasa begitu berat, perlahan mulai dapat dilalui.

Kini di kelas 4, Zia hadir sebagai anak yang semakin percaya diri dan mandiri. Bahkan, sebuah prestasi membanggakan berhasil diraihnya. Juara 2 Lomba Renang 25 Meter Gaya Punggung Putri dalam Kejuaraan Renang Antarsekolah se-Jawa Tengah, Piala Bupati Cup 2 Tahun 2026.

Melihat Zia berdiri dengan medali dan piagam penghargaan di tangannya, ada rasa haru yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Bagi kami, kebahagiaan itu bukan hanya tentang medali yang diraih. Lebih dari itu, kami menyaksikan seorang anak yang dahulu begitu sulit berpisah dari Mama, kini tumbuh menjadi pribadi yang semakin mandiri dan berani menghadapi tantangan.

Prestasi yang Lebih Besar daripada Sekadar Medali. Jika hari ini kita melihat Zia sebagai anak berprestasi, sesungguhnya ada perjalanan panjang di balik pencapaian itu.

Ada tangis yang pernah hadir.
Ada rasa rindu yang perlu dipahami.
Ada guru yang berusaha menemani.
Ada orang tua yang terus bekerja sama.
Ada proses yang dijalani sedikit demi sedikit.
Dan ada seorang anak hebat yang terus belajar untuk tumbuh.

Kisah Zia mengingatkan kami bahwa keberhasilan pendidikan tidak selalu dimulai dari nilai yang tinggi atau piala yang banyak. Terkadang, keberhasilan terbesar justru dimulai ketika seorang anak berani melewati ketakutannya, mencoba kembali saat jatuh dan menemukan bahwa dirinya mampu.

Setiap Anak Memiliki Cerita Tumbuhnya Sendiri

Di SDIT Alif Smart Surakarta, kami percaya bahwa setiap anak adalah pribadi yang istimewa. Mereka datang dengan karakter, kebutuhan, potensi, dan perjalanan yang berbeda-beda.

Tugas sekolah bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang aman, mendampingi proses perkembangan, menumbuhkan adab, serta membantu anak menemukan keberanian dan potensi terbaiknya.

Terima kasih, Zia, telah memberikan pelajaran berharga kepada kami. Terima kasih kepada Mama dan keluarga yang telah menjadi bagian penting dalam proses tumbuhnya Zia. Terima kasih kepada para guru yang terus mendampingi dengan tulus hati.

Semoga perjalanan Zia menjadi inspirasi bahwa dengan kasih sayang, kesabaran, ikhtiar, dan kolaborasi yang baik, anak-anak dapat tumbuh melampaui apa yang dahulu kita bayangkan.

Barakallah, Ananda Zia! Teruslah tumbuh menjadi anak yang beradab, mandiri, berani, dan berprestasi. Semoga setiap langkahmu menjadi jalan kebaikan dan kebermanfaatan. Karena di Alif Smart, setiap anak bukan hanya dididik untuk menjadi hebat, tetapi juga didampingi untuk bertumbuh dengan penuh makna.

SDIT Alif Smart Surakarta
Berkarakter, Beradab, Berprestasi